Waspada Cantik Beracun? Cek Dulu Kosmetik dan Skincare Mu!

Waspada Cantik BeracunKecantikan merupakan dambaan setiap orang, tak heran banyak orang rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Salah satu cara yang populer adalah dengan menggunakan kosmetik dan skincare. Namun, perlu diwaspadai bahwa tidak semua produk kecantikan aman dan legal. Peredaran kosmetik dan skincare ilegal masih marak, dan hal ini dapat membahayakan kesehatan.

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI menemukan fakta mengejutkan terkait peredaran kosmetik dan skincare beretiket biru. Temuan ini menunjukkan bahwa banyak produk yang beredar di pasaran tidak memenuhi syarat dan bahkan mengandung bahan berbahaya.

Temuan Mencengangkan BPOM:

  • Dalam kurun waktu 19-23 Februari 2024, BPOM melakukan intensifikasi pengawasan kosmetik dan skincare di 731 klinik kecantikan di seluruh Indonesia. Hasilnya, ditemukan 51.791 produk kosmetik ilegal senilai Rp 2,8 miliar.
  • Dari 51.791 produk tersebut, 33% (17.290) tidak memenuhi syarat, termasuk:
    • 11,5% (5.937) produk mengandung bahan berbahaya seperti hidroquinon, clindamycin, asam retinoat, fluocinolon, dan steroid yang dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, flek hitam, dan efek samping serius lainnya. Contohnya, krim pemutih wajah yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan saraf, sedangkan krim anti-aging yang mengandung steroid dapat menyebabkan kulit tipis dan rapuh.
    • 4,8% (2.475) produk skincare etiket biru tidak sesuai ketentuan. Hal ini dapat membahayakan konsumen karena produk tidak memiliki informasi yang lengkap dan akurat tentang kandungan, cara penggunaan, dan efek samping.
    • 73,4% (37.998) produk tidak memiliki izin edar. Produk ini tidak terjamin keamanannya dan tidak terdaftar di BPOM, sehingga jika terjadi efek samping, konsumen tidak akan mendapatkan perlindungan.
  • Selain itu, ditemukan 104 produk injeksi kecantikan ilegal seperti injeksi vitamin C dan Botox, serta 5.277 produk kosmetik kadaluarsa yang dapat membahayakan kesehatan kulit.
Baca Juga  Stres Pascapemilu, Caleg Gagal DKI Mendapat Pelukan Hangat dari Dinkes: Layanan Konseling Gratis Tersedia!

Temuan Terbesar:

  • Temuan terbesar terjadi di Pekanbaru, didominasi oleh Skin Care beretiket biru tidak sesuai ketentuan.
  • Kabupaten Bungo didominasi oleh Skin Care beretiket biru tidak sesuai dengan ketentuan.
  • Surabaya didominasi oleh Skin Care beretiket biru yang tidak sesuai ketentuan.
  • Tarakan didominasi oleh kosmetik tanpa izin edar.
  • Samarinda didominasi dengan temuan kosmetik tanpa izin edar yang lebih banyak.

Upaya BPOM:

  • BPOM terus melakukan pengawasan online dan offline untuk memberantas kosmetik dan skincare ilegal. Patroli cyber dilakukan untuk mendeteksi dan memblokir penjualan produk ilegal di media sosial.
  • Produk ilegal yang ditemukan akan langsung dimusnahkan.
  • Sanksi tegas akan diberikan kepada produsen dan distributor yang melanggar peraturan, termasuk peringatan, perintah penarikan produk, pencabutan izin edar, dan bahkan pidana.

Imbauan BPOM:

  • Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan hanya membeli kosmetik dan skincare yang aman dan memiliki izin edar.
  • Pastikan untuk mengecek label produk dengan cermat dan teliti sebelum membeli.
  • Konsultasikan dengan dokter kulit sebelum menggunakan produk baru, terutama produk yang mengandung bahan keras.
  • Laporkan ke BPOM jika menemukan produk kosmetik dan skincare ilegal.

Edukasi Generasi Muda:

  • Generasi muda, khususnya gen-z, perlu di edukasi tentang bahaya kosmetik dan skincare ilegal.
  • Orang tua, guru, influencer, dan media sosial harus berperan aktif dalam memberikan edukasi ini.
  • Gunakan media sosial secara bertanggung jawab dan jangan mudah tergiur iklan produk ilegal.

Peredaran kosmetik dan skincare ilegal masih marak. Masyarakat harus waspada dan selalu berhati-hati dalam memilih produk kecantikan. BPOM terus melakukan pengawasan dan edukasi untuk melindungi masyarakat dari bahaya produk ilegal.

Komentar