Anti Pungli Parkir Resahkan Pemudik, Kemenparekraf Perketat Pengawasan di Destinasi Wisata!

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia bergerak cepat dengan memperketat pengawasan anti pungli parkir resahkan pemudik di berbagai destinasi wisata. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (1/4/2024).

“Kami menerima banyak laporan terkait pungli parkir yang meresahkan pemudik di beberapa daerah wisata. Pungli ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga merusak citra pariwisata Indonesia,” tegas Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola destinasi wisata, untuk menindak tegas praktik pungli parkir.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemenparekraf untuk memperketat pengawasan di lapangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk melakukan patroli dan penindakan terhadap pelaku pungli,” kata Sandiaga.

Selain penindakan, Kemenparekraf juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait larangan pungli parkir. Sosialisasi ini akan dilakukan melalui berbagai media, seperti media sosial, spanduk, dan banner di destinasi wisata.

“Kami ingin menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran. Pungli parkir tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas,” tegas Sandiaga.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa destinasi wisata yang rawan terjadi pungli parkir.

“Kami telah memetakan beberapa destinasi wisata yang rawan terjadi pungli parkir, seperti tempat wisata religi, wisata alam, dan wisata kuliner. Di lokasi-lokasi tersebut, kami akan memperketat pengawasan dan melakukan patroli secara rutin,” kata Hariyanto.

Hariyanto juga mengimbau kepada wisatawan untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik pungli parkir.

Baca Juga  Hari Minggu Seru di Stadion Sultan Agung: Berolahraga, Berbelanja, dan Bersantai

“Jika menemukan praktik pungli parkir, wisatawan dapat langsung melaporkannya kepada petugas di lokasi wisata, atau melalui kanal-kanal aduan resmi Kemenparekraf,” imbuh Hariyanto.

Anti pungli parkir resahkan pemudik merupakan salah satu permasalahan yang kerap kali dikeluhkan oleh wisatawan di Indonesia. Praktik ini tidak hanya merugikan wisatawan secara finansial, tetapi juga memberikan kesan negatif terhadap pariwisata Indonesia.

Upaya Kemenparekraf dalam memperketat pengawasan dan penindakan terhadap pungli parkir diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan wisatawan untuk menghindari pungli parkir:

  • Parkir di tempat resmi: Pastikan untuk memarkir kendaraan di tempat resmi yang disediakan oleh pengelola destinasi wisata.
  • Mintalah karcis parkir: Selalu minta karcis parkir dari petugas resmi dan perhatikan tarif yang tertera pada karcis.
  • Laporkan pungli: Jika menemukan praktik pungli parkir, laporkan segera kepada petugas di lokasi wisata atau melalui kanal-kanal aduan resmi Kemenparekraf.

Kemenparekraf Gandeng Berbagai Pihak Berantas Pungli Parkir

Dalam upaya memberantas pungli parkir, Kemenparekraf menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain:

  • Pemerintah daerah: Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menertibkan dan menindak tegas pelaku pungli parkir di wilayahnya masing-masing.
  • Kepolisian: Kemenparekraf akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli dan penindakan terhadap pelaku pungli parkir.
  • Pengelola destinasi wisata: Kemenparekraf akan mendorong pengelola destinasi wisata untuk menyediakan tempat parkir resmi dan menerapkan tarif parkir yang wajar.
  • Masyarakat dan wisatawan: Kemenparekraf mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik pungli parkir.

Kemenparekraf juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait larangan pungli parkir melalui berbagai media, seperti:

  • Media sosial: Kemenparekraf akan menyebarkan informasi dan edukasi terkait larangan pungli parkir melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.
  • Spanduk dan banner: Kemenparekraf akan memasang spanduk dan banner berisi informasi larangan pungli parkir di berbagai destinasi wisata.
  • Website dan aplikasi Kemenparekraf: Kemenparekraf akan menyediakan informasi dan edukasi terkait larangan pungli parkir di website dan aplikasi resminya.
Baca Juga  8 Ikon Ibu Kota Jakarta, Monas Sangat Menarik untuk Dikunjungi

Kemenparekraf berkomitmen untuk memberantas anti pungli parkir resahkan pemudik dan menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Dengan upaya bersama dari pemerintah, pengelola destinasi wisata, dan wisatawan, diharapkan praktik pungli parkir dapat diberantas dan pariwisata Indonesia dapat berkembang dengan baik.

Komentar