12 Proyek Dicabut dari Daftar PSN, Ekonom: Hemat Anggaran Tapi Bisa Hambat Konektivitas

Pencoretan 12 proyek dari PSN merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran negara. Namun, pemerintah perlu mempertimbangkan dengan matang semua pro dan kontra sebelum mengambil keputusan final. Keputusan yang diambil haruslah yang terbaik untuk kepentingan rakyat dan negara.

Pemerintah resmi mencoret 12 proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Pencoretan ini dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya:

  • Ketidakjelasan pendanaan: Beberapa proyek belum memiliki skema pendanaan yang jelas, sehingga dikhawatirkan akan mangkrak.
  • Ketidakmampuan menyelesaikan proyek tepat waktu: Beberapa proyek mengalami keterlambatan pembangunan yang signifikan.
  • Perubahan prioritas pembangunan: Pemerintah memprioritaskan proyek lain yang dianggap lebih penting dan mendesak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pencoretan ini dilakukan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Kita ingin memastikan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan adalah proyek-proyek yang benar-benar prioritas dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Airlangga.

Pencoretan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya menuai berbagai tanggapan. Ada yang mendukung keputusan pemerintah, namun ada juga yang menyayangkannya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan bahwa pencoretan proyek ini adalah langkah yang tepat.

“Proyek kereta semi cepat ini tidak feasible (layak) secara ekonomi. Biaya pembangunannya terlalu tinggi dan tidak ada jaminan akan menguntungkan,” kata Djoko.

Namun, pengamat ekonomi Faisal Basri menyayangkan pencoretan proyek ini.

“Proyek kereta semi cepat ini penting untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. Pencoretan proyek ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi,” kata Faisal.

Pemerintah menyatakan bahwa masih terbuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali proyek-proyek yang dicoret, jika ada investor yang berminat untuk mendanai dan menyelesaikannya.

Pro dan Kontra Pencoretan 12 Proyek dari PSN

Pencoretan 12 proyek dari PSN, termasuk proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, menuai berbagai pro dan kontra. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Baca Juga  Update Banjir Jakarta: 24 RT Masih Terendam, Bencana Tinggalkan Jejak Materiil dan Trauma

Pro:

  • Efisiensi dan efektivitas anggaran negara: Pencoretan proyek yang tidak feasible dan mangkrak dapat menghemat anggaran negara dan memfokuskannya pada proyek yang lebih prioritas.
  • Percepatan pembangunan: Dengan memfokuskan pada proyek yang prioritas, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
  • Mencegah kerugian negara: Pencoretan proyek yang bermasalah dapat mencegah kerugian negara akibat mangkraknya proyek.

Kontra:

  • Terhambatnya konektivitas: Pencoretan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dikhawatirkan akan menghambat konektivitas antar wilayah di Indonesia.
  • Hilangnya peluang investasi: Pencoretan proyek dapat membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia.
  • Pengangguran: Pencoretan proyek dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.

Pemerintah perlu mempertimbangkan dengan matang semua pro dan kontra sebelum mengambil keputusan final. Keputusan yang diambil haruslah yang terbaik untuk kepentingan rakyat dan negara.

Dampak Pencoretan Proyek terhadap Ekonomi

Pencoretan 12 proyek dari PSN dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap ekonomi.

Dampak positif:

  • Penghematan anggaran negara: Pencoretan proyek yang tidak feasible dan mangkrak dapat menghemat anggaran negara.
  • Efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran: Anggaran yang dihemat dapat digunakan untuk membiayai proyek yang lebih prioritas.
  • Percepatan pembangunan: Dengan memfokuskan pada proyek yang prioritas, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Dampak negatif:

  • Terhambatnya pertumbuhan ekonomi: Pencoretan proyek dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, terutama proyek yang berkaitan dengan infrastruktur.
  • Hilangnya peluang investasi: Pencoretan proyek dapat membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia.
  • Pengangguran: Pencoretan proyek dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.

Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak negatif pencoretan proyek terhadap ekonomi.

Pemerintah juga perlu melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak negatif pencoretan proyek terhadap ekonomi.

Komentar