Stres Pascapemilu, Caleg Gagal DKI Mendapat Pelukan Hangat dari Dinkes: Layanan Konseling Gratis Tersedia!

Pascapemilu, jumlah orang yang mengalami stres meningkat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekecewaan atas hasil pemilu, beban kerja yang tinggi, dan tekanan sosial.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, jumlah orang yang datang ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan mental meningkat sebesar 20% dibandingkan sebelum pemilu. Peningkatan ini terjadi terutama pada kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam pemilu, seperti calon legislatif (caleg) yang gagal terpilih.

“Caleg yang gagal terpilih rentan mengalami stres karena mereka telah mengeluarkan banyak tenaga, pikiran, dan materi untuk mengikuti pemilu,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti.

Widyastuti mengatakan, Dinkes DKI Jakarta akan menyiapkan layanan konseling bagi caleg yang gagal terpilih. Layanan ini akan diberikan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit.

“Konseling ini bertujuan untuk membantu caleg yang gagal terpilih untuk mengatasi stres dan mengelola emosinya,” kata Widyastuti.

Selain caleg, Dinkes DKI Jakarta juga akan memberikan layanan konseling bagi masyarakat umum yang mengalami stres pascapemilu. Layanan ini akan diberikan di Pusat Kesehatan Mental (Puskesmas Jiwa) yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Masyarakat yang mengalami stres pascapemilu dapat menghubungi puskesmas jiwa terdekat untuk mendapatkan layanan konseling,” kata Widyastuti.

Widyastuti mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mentalnya pascapemilu. Masyarakat dapat melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan mentalnya, seperti:

  • Luangkan waktu untuk beristirahat dan relaksasi
  • Olahraga secara rutin
  • Berkumpul dengan orang-orang yang dicintai
  • Bercerita kepada orang yang dipercaya

Jika mengalami stres yang parah, masyarakat dapat segera menghubungi psikolog atau psikiater.

Pasca pesta demokrasi yang menegangkan, gelombang stres tak terhindarkan melanda banyak pihak, terutama para calon legislatif (caleg) yang belum berhasil melenggang ke kursi pemerintahan. Memahami hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sigap mengulurkan tangan dengan menyediakan layanan konseling gratis bagi para caleg tersebut.

Baca Juga  10 Fakta Menarik Singa Padang Pasir: Raja Gurun yang Perkasa yangTerancam Punah

Data dari Dinkes DKI Jakarta sendiri menunjukkan peningkatan sebesar 20% jumlah warga yang mencari bantuan layanan kesehatan mental pascapemilu. Kelompok caleg yang gagal terpilih menjadi yang paling terdampak, tak kuasa menahan beban kekecewaan, tekanan psikologis, hingga finansial yang mereka rasakan.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti, angkat bicara mengenai situasi ini. “Para caleg yang belum berhasil meraih kursi memang sangat rentan mengalami stres. Mereka sudah mencurahkan banyak tenaga, pikiran, dan bahkan materi selama masa kampanye,” ujarnya prihatin.

Tak ingin membiarkan para caleg tenggelam dalam pusaran stres, Dinkes DKI Jakarta dengan sigap mengambil langkah solutif. Sebuah program layanan konseling gratis khusus disiapkan, mudah diakses di berbagai puskesmas dan rumah sakit wilayah ibu kota.

“Tujuan utama program ini adalah membantu para caleg yang gagal terpilih untuk mengatasi stres dan mengelola emosinya dengan lebih baik,” jelas Widyastuti.

Tak hanya para caleg, pelukan hangat konseling dari Dinkes DKI Jakarta juga terbuka bagi seluruh masyarakat yang turut merasakan dampak psikologis pascapemilu. Pusat Kesehatan Mental (Puskesmas Jiwa) yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta siap menjadi tempat bernaung bagi siapa saja yang membutuhkan.

“Bagi masyarakat yang merasakan efek stres pascapemilu, jangan ragu untuk menghubungi Puskesmas Jiwa terdekat,” pesan Widyastuti kepada warga Jakarta.

Selain mengimbau untuk memanfaatkan layanan konseling yang tersedia, Widyastuti juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental secara mandiri pascapemilu. Beberapa langkah sederhana seperti meluangkan waktu untuk istirahat, berolahraga rutin, berkumpul dengan orang tersayang, dan berbagi cerita dengan teman dekat dapat menjadi tameng ampuh melawan badai stres.

Namun, jika tingkat stres yang dirasakan sudah terlampau berat, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan mengabaikannya bisa berakibat fatal.

Baca Juga  Solusi Air Mikroplastik, Merebus Air Dapat Menghilangkan Nano dan Mikroplastik

Mari bersama-sama wujudkan lingkungan yang mendukung kesehatan mental pascapemilu, agar Jakarta tetap teguh berdiri meskipun badai pertempuran demokrasi telah usai.

Komentar