Update Banjir Jakarta: 24 RT Masih Terendam, Bencana Tinggalkan Jejak Materiil dan Trauma

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Senin (9/1/2024) pukul 10.00 WIB, masih ada 24 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang terendam banjir. Ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga 75 sentimeter.

“Data tersebut berdasarkan laporan hingga pukul 10.00 WIB. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan banjir di wilayah yang terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya.

Berikut adalah data 24 RT yang masih terendam banjir:

  • Jakarta Timur:
    • Kelurahan Pondok Pinang: 6 RT
    • Kelurahan Cililitan: 2 RT
    • Kelurahan Kampung Melayu: 8 RT
    • Kelurahan Bidara Cina: 1 RT
  • Jakarta Selatan:
    • Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT
    • Kelurahan Rawajati: 1 RT
    • Kelurahan Pondok Pinang: 6 RT

Banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (7/1/2024) hingga Senin subuh. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut membuat Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap.

Petugas gabungan dari BPBD DKI Jakarta, TNI, Polri, dan warga setempat terus melakukan penanganan banjir. Petugas melakukan penyedotan air, pemberian bantuan logistik, dan pembersihan puing-puing.

Isnawa Adji mengimbau warga yang terdampak banjir untuk tetap waspada dan berhati-hati. Warga juga diminta untuk tidak beraktivitas di luar ruangan jika kondisi masih banjir.

“Kami juga mengimbau warga untuk tetap berkoordinasi dengan petugas jika membutuhkan bantuan,” kata Isnawa Adji.

Banjir yang terjadi di Jakarta pada tanggal 7-8 Januari 2024 telah menimbulkan berbagai dampak, baik materiil maupun non-materiil.

Dampak materiil yang paling terlihat adalah kerusakan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan rumah. Selain itu, banjir juga menyebabkan kerugian materiil bagi warga, seperti kerusakan barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga.

Baca Juga  Sah! UU DKJ Ditetapkan, Ini 5 Poin Penting yang Perlu Diketahui Warga Jakarta

Dampak non-materiil yang ditimbulkan oleh banjir antara lain gangguan aktivitas masyarakat, trauma psikologis, dan peningkatan risiko penyakit.

Gangguan aktivitas masyarakat terjadi karena banjir menyebabkan akses jalan terputus dan fasilitas umum tidak dapat digunakan. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti bekerja, belajar, dan beraktivitas ekonomi.

Trauma psikologis dapat dialami oleh warga yang terdampak banjir. Hal ini disebabkan oleh pengalaman mengerikan yang mereka alami, seperti kehilangan harta benda, terpisah dari keluarga, atau melihat orang meninggal dunia.

Peningkatan risiko penyakit dapat terjadi karena banjir menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan tercemar. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan demam berdarah.

Penanganan Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir, antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas sungai dan saluran drainase
  • Membangun sumur resapan
  • Memperbaiki infrastruktur
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Jakarta di masa mendatang.

Komentar