Mengatasi Pasivitas Mahasiswa di Kelas: 3 Langkah Menuju Keproaktifan

Minggu, 22 Oktober 2023 Sebagai mahasiswa, kita mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya terjebak dalam pola pasifitas di kelas. Tidak aktif berpartisipasi, hanya menjadi pendengar, dan merasa sulit untuk mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran. Namun, kamu tidak sendirian. Banyak mahasiswa mengalami tantangan serupa. Artikel ini akan membahas tiga langkah penting untuk membantu mahasiswa menjadi lebih proaktif dalam proses pembelajaran.

1. Dosen Menghargai Mahasiswa yang Proaktif

Sebagian dosen menghargai mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kelas. Mereka melihat partisipasi mahasiswa sebagai tanda keseriusan dalam belajar. Dosen-dosen ini sering memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbicara, bertanya, dan berdiskusi tentang materi yang diajarkan. Mereka membuka ruang untuk diskusi dan pertukaran pendapat.

Partisipasi aktif dalam kelas bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penilaian yang baik dari dosen. Dosen lebih suka menerapkan metode pengajaran yang melibatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka dan berkontribusi dalam proses pembelajaran.

2. Keproaktifan Meminimalisir Rasa Ngantuk

Keproaktifan dalam kelas juga memiliki manfaat kesehatan. Ketika mahasiswa menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang diajarkan, otak mereka lebih terlibat dalam proses belajar. Pertanyaan-pertanyaan atau diskusi yang aktif membantu menjaga pikiran tetap terjaga dan fokus.

Mengapa hal ini penting? Rasa ngantuk adalah salah satu musuh utama dalam lingkungan belajar. Mahasiswa yang aktif dan berpartisipasi akan lebih terlibat dalam proses belajar, yang pada gilirannya akan membantu menjaga tingkat kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.

3. Menguji Keberanian Berbicara di Depan Umum

Ketika mahasiswa menjadi proaktif dalam kelas, mereka harus menghadapi ketakutan akan berbicara di depan umum. Ini adalah langkah berani yang bisa membantu pengembangan diri. Mahasiswa yang proaktif mungkin merasa takut akan membuat pertanyaan yang salah atau berbicara tentang sesuatu yang mungkin tidak relevan.

Baca Juga  Yuya Fungami Bergabung dalam JoJo's Bizarre Adventure: All-Star Battle R

Namun, inilah saatnya untuk menguji keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum. Risiko membuat kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran. Dengan menghadapi ketakutan ini, mahasiswa bisa membangun keterampilan public speaking yang sangat berharga. Semakin sering berbicara di depan umum, semakin nyaman dan percaya diri seseorang dalam berkomunikasi.

Jika kamu masih seorang mahasiswa, langkah-langkah ini dapat membantu kamu mengatasi pasivitas di kelas. Dosen menghargai mahasiswa yang proaktif, dan partisipasi aktif dapat membantu mengurangi rasa ngantuk dan meningkatkan fokus. Selain itu, menguji keberanian untuk berbicara di depan umum adalah langkah menuju pengembangan diri yang lebih baik. Jangan biarkan diri kamu terjebak dalam pola pasifitas, tetapi ambil langkah-langkah untuk menjadi mahasiswa yang proaktif dalam proses pembelajaran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua mahasiswa yang ingin mencapai potensi maksimal dalam pendidikan mereka.

Komentar