TikTok Prihatin: Larangan Social Commerce di Indonesia, Dampak pada Jutaan Penjual dan Kreator

TikTok Indonesia menyampaikan keprihatinannya terkait larangan media sosial yang berfungsi sebagai platform perdagangan, juga dikenal sebagai social commerce. Keputusan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang diumumkan pada Selasa (26/9).

Menurut TikTok, larangan ini akan berdampak signifikan pada kehidupan sekitar 6 juta penjual dan hampir 7 juta kreator affiliate yang menggunakan TikTok Shop.

Dalam pernyataannya, TikTok Indonesia mengatakan, “Kami sangat menyayangkan terkait pengumuman hari ini, terutama bagaimana keputusan tersebut akan berdampak pada penghidupan 6 juta penjual dan hampir 7 juta kreator affiliate yang menggunakan TikTok Shop.”

Meskipun begitu, TikTok berkomitmen untuk tetap mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Mereka akan menjalani proses konstruktif selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan tenggat waktu seminggu sejak penerapan larangan kepada social commerce untuk menutup toko mereka dan menghentikan transaksi jual-beli baru. Zulkifli juga mengklarifikasi bahwa social commerce hanya boleh digunakan untuk tujuan promosi, sementara transaksi penjualan harus dilakukan melalui aplikasi e-commerce terpisah.

Selain itu, peraturan tersebut juga menetapkan harga minimum sebesar US$100 per unit barang asal luar negeri yang dijual oleh pedagang ke Indonesia melalui platform e-commerce lintas negara (cross-border), dengan pengecualian bagi pedagang dalam negeri yang menjual barang impor.

Fenomena TikTok Shop telah menimbulkan kekhawatiran bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, karena produk-produk yang ditawarkan di TikTok Shop seringkali bersaing dengan harga yang sangat murah, mengancam bisnis mereka yang ada di toko offline maupun platform e-commerce lainnya.

Baca Juga  Ancaman TikTok Shop Terhadap Pedagang Kecil dan UMKM: Ikappi Usulkan Perlindungan dan Kolaborasi"

Komentar