India Hadapi Tantangan Berat dalam Presidensi G20

India memulai masa presidensinya di G20 pada tahun 2023 dengan ambisi besar untuk menjadikan forum ini lebih inklusif dan berfokus pada kepentingan negara-negara berkembang. Namun, harapan India tersebut menghadapi tantangan berat, terutama karena adanya perang di Ukraina yang membayangi forum ini.

Perang di Ukraina telah menyebabkan perpecahan di G20, terutama antara negara-negara Barat dan Rusia. Negara-negara Barat telah menuntut agar Rusia dihukum atas invasinya ke Ukraina, sementara Rusia menolak untuk bertanggung jawab atas perang tersebut.

Perpecahan ini membuat sulit bagi India untuk mencapai kesepakatan bersama di G20. India telah mendorong keras untuk merilis deklarasi bersama yang menandakan kesepakatan G20 tentang berbagai masalah global, tetapi hal tersebut tidak mungkin terjadi jika Rusia tetap menolak untuk memberikan konsesi.

Selain perang di Ukraina, India juga menghadapi tantangan lain dalam presidensinya di G20. Negara-negara berkembang, termasuk India, menghadapi berbagai masalah ekonomi dan sosial, seperti utang yang tinggi, harga pangan dan energi yang meningkat, serta perubahan iklim.

India ingin G20 mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, tetapi negara-negara Barat mungkin tidak bersedia untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan. Negara-negara Barat mungkin khawatir bahwa bantuan tersebut akan digunakan oleh China untuk memperkuat pengaruhnya di negara-negara berkembang.

Meskipun menghadapi tantangan berat, India tetap berupaya untuk mencapai hasil yang positif di G20. India telah mengadakan berbagai pertemuan dan dialog dengan negara-negara anggota G20 untuk membangun konsensus. India juga telah mengupayakan untuk melibatkan negara-negara berkembang dalam forum ini.

Berikut adalah beberapa isu penting yang akan dibahas di KTT G20 pada bulan November 2023:

Restrukturisasi utang negara-negara berkembang

Restrukturisasi utang negara-negara berkembang adalah salah satu isu paling mendesak yang akan dibahas di KTT G20. Pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina telah memperburuk beban utang negara-negara berkembang, yang sekarang berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah.

Baca Juga  India Membongkar Hukum Pidana Kolonial, Tetapi Pakar Meragukan Reformasi

India telah menjadi salah satu negara yang paling vokal dalam menyerukan restrukturisasi utang untuk negara-negara berkembang. India telah mengusulkan untuk memperluas Kerangka Kerja Bersama (CF) untuk restrukturisasi utang, yang saat ini hanya berlaku untuk negara-negara miskin.

Namun, kesepakatan tentang restrukturisasi utang tidak akan mudah. Rusia dan China, yang merupakan dua kreditor terbesar bagi negara-negara berkembang, telah menentang upaya untuk merestrukturisasi utang.

Keamanan pangan dan energi

Keamanan pangan dan energi adalah isu lain yang akan menjadi fokus utama di KTT G20. Perang di Ukraina telah menyebabkan gangguan rantai pasokan global, yang telah menyebabkan kenaikan harga pangan dan energi.

India telah menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh kenaikan harga pangan dan energi. India adalah importir besar gandum dan minyak mentah, dan kenaikan harga telah menyebabkan inflasi yang tinggi di negara itu.

India telah menyerukan negara-negara G20 untuk mengambil tindakan untuk mengatasi krisis pangan dan energi. India telah mengusulkan untuk meningkatkan produksi pangan dan energi di negara-negara berkembang, dan untuk membantu negara-negara berkembang mengakses pasar global.

Perubahan iklim

Perubahan iklim adalah isu yang semakin mendesak yang harus ditangani oleh dunia. India adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut dan kekeringan.

India telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dan telah mengambil langkah-langkah untuk mencapai target tersebut. India telah meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan telah berinvestasi dalam teknologi rendah karbon.

Namun, India masih membutuhkan dukungan dari negara-negara lain untuk mengatasi perubahan iklim. India telah menyerukan negara-negara G20 untuk meningkatkan pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim.

Baca Juga  Serangan Rusia ke Infrastruktur Energi Ukraina: Pemadaman Listrik Luas dan Dampaknya

Isu-isu lain

Selain isu-isu utama di atas, KTT G20 juga akan membahas berbagai isu lain, termasuk:

  • Pandemi COVID-19
  • Kesehatan global
  • Pendidikan
  • Kesetaraan gender
  • Pengungsi

KTT G20 akan menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota untuk bekerja sama dan mengatasi tantangan global.

India berharap dapat mencapai kesepakatan bersama di G20 tentang beberapa isu tersebut, tetapi hal tersebut tidak akan mudah. India akan membutuhkan diplomasi yang cermat dan kompromi untuk mengatasi perpecahan di forum ini.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan India untuk meningkatkan peluangnya dalam mencapai hasil yang positif di G20:

  • Menjalin hubungan kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara Barat
  • Memperluas partisipasi negara-negara berkembang di G20
  • Melakukan diplomasi yang lebih aktif untuk mendorong konsensus

Jika India dapat berhasil mengatasi tantangan-tantangan tersebut, maka presidensinya di G20 akan menjadi tonggak penting dalam upayanya untuk menjadi kekuatan global yang lebih besar.

Dampak KTT G20

Hasil KTT G20 akan memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi global. Kesepakatan tentang isu-isu seperti restrukturisasi utang dan keamanan pangan dapat membantu untuk mengurangi ketidakstabilan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan global.

Kesepakatan tentang perubahan iklim juga akan penting untuk mengatasi krisis iklim yang mengancam planet ini. Jika India dapat mencapai kesepakatan tentang isu-isu penting tersebut, hal itu akan menjadi dorongan bagi statusnya sebagai kekuatan global yang berkembang.

Komentar