Peningkatan Kasus DBD di Jakarta, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan dan Pencegahan

Masyarakat Jakarta diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pemerintah Kota Jakarta mencatat bahwa sejak awal tahun hingga saat ini, sudah terdapat 236 kasus DBD di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jakarta, dr. Tono, mengatakan bahwa meskipun jumlah kasus DBD masih dalam angka yang terkendali, namun masyarakat harus tetap waspada dan melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit ini. “Pencegahan menjadi hal yang paling penting dalam mengatasi DBD. Kita harus memastikan lingkungan sekitar kita bersih dan bebas dari genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” kata dr. Tono.

Selain itu, dr. Tono juga mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit jika merasakan gejala DBD, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri di belakang mata. “Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti syok dan kerusakan organ,” tambah dr. Tono.

Pemerintah Kota Jakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian DBD, seperti fogging, pengasapan, dan penggerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri di rumah masing-masing, seperti menguras bak mandi dan tempat air lainnya setiap seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.

Baca Juga  Daftar Wisata Kekinian Jakarta di Tahun 2023

Komentar