Bahaya Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Boraks, Menyebabkan Kematian

Boraks adalah zat putih bertekstur seperti tepung atau bedak yang larut dalam air. Zat ini terdiri dari kombinasi boron, natrium dan oksigen. Boraks terkenal sebagai bahan pembersih, tapi bahan kimia ini juga bisa ditemukan pada banyak produk rumah tangga lainnya, seperti:

  • Pasta gigi dan obat kumur khusus.
  • Kosmetik, seperti losion, krim kulit, pelembab, tabir surya dan produk perawatan jerawat.
  • Cat dan glasir keramik
  • Deterjen.

Asam borat terbuat dari senyawa kimia yang sama dengan boraks dan bahkan terlihat sama. Namun, sementara boraks biasanya digunakan untuk membersihkan, asam borat terutama digunakan sebagai pestisida.

Asam borat dan boraks sebenarnya terdapat secara alami di air dan tanah. Boron, senyawa dalam asam borat dan boraks, juga secara alami terdapat dalam makanan. Sumber boron terkaya, meliputi buah-buahan, sayuran berdaun, polong-polongan dan kacang-kacangan.

Anggur, sari apel, dan bir juga mengandung boron yang tinggi. Sementara senyawa tersebut ditemukan dalam jumlah kecil pada produk susu, ikan, daging, dan sebagian besar biji-bijian.

Karena asam borat dan boraks efektif melawan ragi, dan pada tingkat yang jauh lebih rendah, juga bisa melawan jamur dan bakteri, keduanya bisa digunakan untuk mengawetkan produk makanan. Selain itu, kedua bahan tambahan ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan kekenyalan dan kerenyahan makanan serta mencegah udang menjadi gelap.

Namun, baik boraks maupun asam borat bisa berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi terutama pada anak-anak.

Efek Samping Konsumsi Boraks

Banyak orang secara otomatis menganggap boraks aman karena merupakan zat alami. Faktanya, Food and Drug Administration Amerika Serikat (FDA) sudah melarang boraks sebagai bahan tambahan makanan, karena bahan tersebut tidak aman untuk dicerna. Bila dikonsumsi, boraks bisa menyebabkan mual, muntah dan diare.

Baca Juga  Ikan: Sumber Nutrisi Tinggi yang Mendukung Kesehatan Tubuh

Sedangkan mengonsumsi makanan yang mengandung boraks yang tinggi bisa menyebabkan beberapa efek samping buruk berikut:

1. Masalah pencernaan

Bahan kimia berwarna putih ini bisa menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa orang, termasuk anak-anak. Boraks bisa menyebabkan diare dan muntah.

2. Infertilitas

Mengonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung boraks juga bisa menyebabkan masalah reproduksi, termasuk pada testis, janin yang sedang berkembang, dan kesuburan.

3. Gagal ginjal

Konsumsi asam borat dalam jumlah besar bisa merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

4. Kematian

Boraks dalam jumlah tinggi juga bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian.

Mengingat ada sejumlah efek samping bahan ini berbahaya bagi kesehatan, kamu dianjurkan untuk berhati-hati ketika membeli makanan. Beberapa ciri makanan yang mengandung boraks, yaitu umumnya teksturnya sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah.

Komentar