5 Penyakit Mematikan Akibat Seks Bebas

Para pasangan yang melakukan thanks base mengklaim berbagai alasan untuk melakukan gaya berteman tersebut. Entah itu karena kesepian atau membutuhkan validasi. Namun, banyak ahli yang mengingatkan bahwa apa pun jenis atau istilah perilaku seks bebas dapat meningkatkan risiko PMS seperti infeksi HIV.

Pergaulan Bebas yang Penuh Risiko Kesehatan

Harus dipahami bahwa segala jenis pergaulan bebas yang melibatkan aktivitas seksual dapat merugikan kesehatan dan bahkan mengancam jiwa. Misalnya, HIV dan penyakit lain yang mengancam jiwa seperti kanker prostat, kanker serviks, dan kanker mulut.

Banyak ahli mengatakan pergaulan bebas, atau seks bebas, adalah contoh perilaku berisiko. Seks tanpa status dapat menjadi alasan untuk dirayakan dalam tren apresiasi, karena menghindari komitmen dan masalah emosional yang menantang.

1. Penyakit radang panggul

Gonore, klamidia, dan trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan penyakit radang panggul jika tidak ditangani. Sekitar 2,5 juta wanita di Amerika Serikat akan didiagnosis dengan penyakit radang panggul di beberapa titik dalam hidup mereka, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Beberapa orang yang mengalami radang panggul tidak menunjukkan gejala. Namun, ada juga yang menunjukkan gejala berupa:

  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
  • Rasa sakit saat berhubungan seks vaginal atau saat buang air kecil.
  • Menstruasi tidak teratur, berat, atau menyakitkan.
  • Keputihan abnormal.
  • Mual.
  • Demam tinggi.

2. Sifilis tersier

Sifilis, meskipun masih tahap awal, tetap dianggap sebagai penyakit menular seksual. Gejala infeksi ini pertama kali muncul berupa luka bulat kecil pada alat kelamin, anus, atau mulut. Jika tidak diobati, sifilis akan pindah ke fase laten, yang tidak memiliki gejala.

Namun, menurut World Health Organization (WHO), sekitar seperempat orang akan terus mengembangkan sifilis tersier, yaitu proses yang dapat memakan waktu antara 10 hingga 30 tahun setelah infeksi awal. Penyakit ini memiliki konsekuensi serius pada beberapa sistem organ tubuh, yang menyebabkan:

  • Kehilangan penglihatan.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Hilang ingatan.
  • Gangguan kesehatan mental.
  • Infeksi otak atau sumsum tulang belakang.
  • Penyakit jantung.
Baca Juga  Sangat Menyentuh Pesan dan Kesan Aktifis dan Jurnalis Yang Hadir Nobar Film Sayap-Sayap Patah

3. Kanker

Praktik seks bebas akan meningkatkan risiko penularan human papilloma virus (HPV). Meskipun beberapa jenis HPV tidak menyebabkan penyakit, jenis lain dapat menyebabkan perubahan sel yang tidak normal. Kondisi tersebut dapat berlanjut dan menyebabkan kanker, termasuk:

  • Kanker mulut.
  • Kanker serviks.
  • Kanker vulva.
  • Kanker penis.
  • Kanker dubur.

4. Kutil kelamin

Beberapa jenis HPV yang berisiko lebih rendah dapat menyebabkan penyakit yang disebut kutil kelamin. Benjolan berwarna kulit atau putih ini muncul di alat kelamin atau anus. Meskipun dapat diobati, tapi kutil kelamin tidak dapat disembuhkan. Sebab virus yang menyebabkannya akan tetap ada. Jika ingin menghilangkannya, makan pilihan pengobatannya antara membekukan atau memotongnya lewat prosedur operasi.

5. HIV

HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko tertular virus atau bakteri lain, serta mengembangkan kanker tertentu. Dengan perkembangan pengobatan saat ini, banyak pengidap HIV tetap dapat hidup sehat dan panjang umur.

Namun jika tidak diobati, virus dapat menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), di mana tubuh menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit serius. Boleh dibilang, AIDS merupakan komplikasi lanjutan dari HIV.

Orang dengan AIDS mungkin mengalami:

  • Penurunan berat badan drastis.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Luka.
  • Infeksi.
  • Gangguan neurologis.
  • Kanker.

Perlu diingat, hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan AIDS. Pengidapnya amat rentan terhadap penyakit atau infeksi akibat sistem kekebalan tubuhnya yang amat lemah. Umumnya harapan hidup pengidap AIDS tanpa pengobatan adalah sekitar 3 tahun.

Komentar