Covid-19: Varian Lamda Lebih Ganas daripada Delta

Varian Lambda menular dan dapat menembus antibodi dari vaksin. Virus corona varian lambda lebih menular daripada varian delta karena mutasi pada protein spike. Alhasil, varian ini mampu melawan antibodi yang terbentuk dari vaksin. Bagian sel yang menempel pada sel inang memungkinkan replikasi virus.

Protein lonjakan yang terbentuk dari mutasi ini dapat membantu menembus sel-sel tubuh manusia. Oleh karena itu, orang yang telah divaksinasi masih rentan terhadap infeksi, sehingga harus berhati-hati dalam penyebaran virus ini. .

Berbagai mutasi yang memudahkan penularan virus ini adalah T76I dan L452Q. Di sisi lain, mutasi RSYLTPGD246-253N memungkinkan virus menghindari antibodi yang dihasilkan vaksin.

Dikatakan bahwa antibodi dapat disuntikkan ke mereka yang telah divaksinasi, tetapi cara terbaik untuk mencegah kejengkelan adalah dengan divaksinasi secara lengkap.Jaga jarak dan cuci tangan secara teratur dengan pembersih tangan.

Beberapa sumber mengatakan mereka yang terkena dampak parah dan membutuhkan perawatan di rumah sakit adalah mereka yang belum pernah divaksinasi sebelumnya. Jadi pastikan Anda mendapatkan vaksinasi untuk mengurangi risiko komplikasi. Selain mencegah komplikasi, vaksin juga bisa mencegah virus menyebar ke orang lain, terutama yang tidak atau gejalanya ringan.

Saat ini di Indonesia, setiap orang wajib mendapatkan booster shot atau suntikan ketiga, yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai virus corona dan turunannya.

Selain itu, waspadai kecerobohan seperti tetap menggunakan masker, menghindari keramaian di ruang tertutup, dan rutin mencuci tangan dengan hand sanitizer. Dengan cara ini Anda dapat memiliki perlindungan maksimal terhadap varian lambda

Baca Juga  Varian Eris Covid-19 Masuk Indonesia, Ini yang Perlu Diketahui

Komentar