3 Tips Mengatasi Nyeri Perut saat Sedang Hamil

Banyak wanita hamil menderita sakit perut bagian bawah, terutama pada tahap akhir kehamilan. Padahal, kondisi ini cukup umum terjadi pada ibu hamil.
Ada berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa sakit, termasuk sensasi kram, kesemutan, tajam, dan menusuk. Nyeri dapat dirasakan pada satu atau kedua sisi.

Durasi rasa sakit juga dapat bervariasi dari detik hingga jam. Padahal, nyeri panggul bisa bertambah parah saat ibu bergerak, bersin, batuk, atau tertawa.

Lalu apa pemicunya? Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan ligamen annular, atau ligamen yang menopang rahim, mengendur dan meregang. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan ukuran rahim untuk mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim.

Kondisi ini menyebabkan rahim dan ligamen bundar meregang seiring pertumbuhan bayi di dalam rahim. Peregangan ini sering menyebabkan ibu merasa sakit di perut bagian bawah selama kehamilan.
cara mengatasi sakit perut bagian bawah
Untuk membantu ibu mengatasi kondisi ini, langkah-langkah sederhana harus diambil:

1. Istirahat yang Cukup

Jika ibu mengalami sakit perut secara tiba-tiba saat hamil, istirahat adalah cara paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Segera hentikan segala aktivitas yang sedang Anda lakukan dan istirahatlah. Ibu bisa berbaring atau duduk dengan nyaman.

2. Bergerak perlahan

Hindari gerakan tiba-tiba saat mengalami kondisi ini. Cobalah untuk bergerak perlahan. Berhati-hatilah saat mengubah posisi saat duduk atau berbaring. Ini secara bertahap meregangkan ligamen bundar dan mengurangi rasa sakit. Saat Anda akan batuk atau bersin, tidak ada salahnya untuk menekuk lutut atau menekuk punggung untuk melepaskan ketegangan ligamen Anda.

3. Olahraga teratur

Hamil bukan berarti Anda harus melepaskan berbagai jenis olahraga. Ibu hamil dianjurkan untuk berolahraga selama kehamilan yang sehat untuk membantu mengatasi berbagai ketidaknyamanan, termasuk rasa sakit di perut bagian bawah.
Itulah beberapa kondisi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi nyeri panggul saat hamil. Namun, jika gejala tersebut disertai dengan pendarahan, rasa terbakar saat buang air kecil, demam, atau ketuban pecah, segera ke rumah sakit.

Baca Juga  Covid-19: Varian Lamda Lebih Ganas daripada Delta

Ingatlah untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar kehamilan Anda tetap sehat. Ibu juga bisa mengonsumsi berbagai suplemen prenatal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi dalam kandungan.

Komentar