H. Abdul Karim Amrullah, Tokoh Pembaharu dan Pejuang Agama Islam dari Sumatera Barat

Abdul Karim Amrullah dijuluki Haji Rasul adalah seorang tokoh ulama terkemuka, reformis Islam di Indonesia.
Beliau pendiri sekolah Sumatera Thawalib Padang Panjang, sekolah Islam modern pertama di Indonesia.

Abdul Karim Amrullah adalah ayahanda dari salah satu tokoh ulama, pejuang, sastrawan Indonesia yaitu Buya Hamka.

Ia lahir di kampung kecil bernama Kapalo Kabun, jorong Batuang Panjang nagari Sungai Batang Maninjau, Luhak Agam, Ahad 17 Safar 1296 H atau 10 Februari 1879 M, dari pasangan Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh dan Anduang Tarawas.

Di kampung kecil konon anak Muhammad Amrullah gelar Tuanku Kisai itu juga kecil badannya tidak besar ( badagok), namun ia sanggup menggetarkan Minangkabau.
Haji Rasul terbilang pemberani melakukan pembaruan Islam, dan tak segan beradu argumen dengan siapa pun demi kebenaran yang di yakini.

Haji Abdul Karim Amrullah tak kenal kompromi apalagi jika berhadapan dengan penjajah, mirip dengan Rahmah El – Yunusiyah yang sehelai nafas pun tak sudi menghirup bau Belanda.

Peristiwa yang dicatat dalam sejarah yang membuat Belanda gerah ketika Haji Rasul pada tanggal 18 Agustus 1928 mampu menggerakkan 2.000 orang yang mencakup kaum agama di Sumatera Barat dan Kerinci menentang Ordonansi Guru ( untuk mengawasi dan membatasi gerakan guru-guru Agama).

Ordonansi yang dirumuskan pada 1905 ini telah diberlakukan di Jawa
Dalam revisinya tahun 1925, setiap Guru Agama tak perlu lagi mengantongi izin, cukup mengabarkan rencana kegiatan.
Haji Rasul mampu merekatkan semua ulama bersatu padu, tidak ada silang sengketa.
Tidak hanya Ordonansi Guru, Haji Rasul pun menolak Ordonansi Sekolar Liar (1932) dan kawin Bercatat (1937).

Terbukti apa yang dilaporkan CH. O Van der Plas pada 16 Mei 1929, dia adalah seseorang yang tidak ada seorang pun sanggup bekerjasama dengan dia untuk jangka panjang.” (Audrey Kahin, 2005:59).

Baca Juga  Gugatan Anwar Usman dan Dampaknya terhadap Persiapan Mahkamah Konstitusi dalam Menghadapi Perselisihan Hasil Pemilu 2024

Tidaklah lengkap kita mengenal sosok Abdul Karim Amrullah, bagaimana perannya di Muhammadiyah

Beliau adalah tokoh Ormas Muhammadiyah di luar Jawa.
Haji Rasul-lah yang pertama kali memperkenalkan Muhammadiyah ke Sumatera Barat, tempat dimana organisasi ini kemudian tidak hanya bertahan malah berkembang hingga kini.

Abdul Karim Amrullah dikenal sebagai orang yang tegas dalam menentang pengaruh kolonial, beliau dan murid-muridnya seringkali keluar masuk penjara kolonial.

Hingga masa pendudukan Jepang, Ia menulis sebuah buku yang berjudul Hanya Allah, kemudian di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh M. Zaid Jambek dan Asa Bafaqih.

Buku tersebut hadir sebagai bentuk kecaman keras atas kepercayaan orang Jepang yang menganggap Kaisar sebagai Tuhan.

Atas kritiknya itu pemerintah Jepang menangkap dan membawanya ke Jakarta. Hingga pada akhirnya 2 Juni 1945, Ulama reformis Minangkabau tersebut meninggal dunia.
Beliau tetap memegang teguh prinsipnya hingga akhir hayat.

Komentar