Aneh, Pohon Banyan Yang Ditahan Di Pakistan Selama Hampir 120 Tahun

Sebatang pohon banyan dirantai selama lebih dari 120 tahun di Pakistan, karena dianggap bisa berpindah tempat. Namun, pohon yang dirantai selama lebih dari 1 abad itu juga dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap era kolonialisme.

Penahanan pohon ini terjadi pada 1898, saat Inggris menjajah Pakistan. Dilansir dari Anadolu Agency, seorang perwira militer Inggris, James Squid menahan sebuah pohon di kawasan Landi Kotal, sebuah kota dekat perbatasan Torkhan, Pakistan.

Hal itu diceritakan oleh Kepala Suku Khogikheil di daerah Landi Kotal, Islam Khan Shinwari. Ia mengungkapkan bahwa kisah mengenai pohon itu diceritakan oleh kakeknya yang juga seorang pejuang pada 1898.

Dalam kisah itu, diperlihatkan betapa kejamnya orang-orang Inggris dalam memperlakukan rakyat Pakistan, bahkan pohon pun dirantai.

“Kakek saya, Fateh Khan Shinwari mengatakan kepada saya bahwa seorang perwira tentara Inggris, James. Dia orang yang kejam yang menempatkan pohon ini dirantai kala itu,” ujar Shinwari kepada AA, dilansir Kompas.

Menurut dia, tempat di mana pohon berantai itu ditanam adalah tempat tentara Inggris ingin mengambil tanah itu secara paksa dari keluarga Suku Khogikheil. Inggris ingin mendirikan semua asrama perwira di sana.

Lalu, dalam keadaan mabuk James menanam pohon itu dan merantainya, karena ia mengira pohon tersebut telah berpindah tempat. Seorang jurnalis dari Landi Kotal, Abu Zar Khan Afridi mengungkapkan, pohon berantai ditanam untuk mengingatkan penindasan yang dilakukan Inggris.

Hal sama diungkapkan seorang suku dari Badan Khyber, Munsif Khan. Menurut dia, kisah itu didengar dari ayahnya mengenai kisah pohon yang dirantai.

Pakistan memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada 1947. Namun, saat ini kisah penahanan pohon oleh perwira Inggris ini tetap dituliskan di papan yang ditempelkan di badan pohon.

Baca Juga  Negosiasi Keanggotaan Uni Eropa: Apa yang Menghambat Negara-negara Balkan?

Uniknya, tulisan itu seperti mengisahkan keluhan pohon itu saat menjadi korban kolonialisme Inggris.

“Saya ditahan. Suatu malam seorang perwira Inggris mabuk berat dan berpikir bahwa saya pindah dari lokasi awal dan ia memerintahkan seorang sersan untuk menahanku,” tulis pesan dalam papan itu.

Komentar